BAGIAN
KEDUA
Manusia Menghadapi
Musuhnya
Setelah kita meneliti pribadi sendiri, yang dinamakan manusia itu ialah
jiwanya, maka bagian kedua ini mari kita meneliti siapakah musuh manusia
sebenarnya itu?.
Adapun musuh-musuh manusia yang sebenarnya ialah, iblis namanya. Adapun
perbuatan daripada iblis dinamakan syaithan. Inilah yang berusaha hendak
menjerumuskan manusia kedalam api neraka di akhirat dan di dunia. Mereka akan
menyesatkan manusia dari jalan yang benar dan lurus, sesuai dengan firman Allah
swt. surat Shaad ayat 71-74 :
إِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّي خَٰلِقُۢ بَشَرٗا
مِّن طِينٖ ٧١ فَإِذَا سَوَّيۡتُهُۥ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُۥ
سَٰجِدِينَ ٧٢ فَسَجَدَٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ كُلُّهُمۡ أَجۡمَعُونَ ٧٣ إِلَّآ إِبۡلِيسَ ٱسۡتَكۡبَرَ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ
٧٤
Artinya :
71. (Ingatlah) ketika Tuhanmu
berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari
tanah".
72. Maka apabila Telah
Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruh (ciptaan)Ku; Maka
hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya".
73. Lalu seluruh
malaikat-malaikat itu bersujud semuanya,
74. Kecuali Iblis; dia
menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir.
(QS.
Shaad[38]: 71-74)
Setelah itu Tuhan berfirman :
قَالَ
يَٰٓإِبۡلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَن تَسۡجُدَ لِمَا خَلَقۡتُ بِيَدَيَّۖ
أَسۡتَكۡبَرۡتَ أَمۡ كُنتَ مِنَ ٱلۡعَالِينَ ٧٥
Artinya :
“Wahai iblis, apa yang menghalangimu untuk sujud kepada apa yang telah
Aku jadilkan atas kekuasaan-Ku?, apakah engkau takabur atau engkau merasa lebih
tinggi?."
(QS. Shaad [38]: 75)
Iblis mejawab dengan sombongnya :
قَالَ
أَنَا۠ خَيۡرٞ مِّنۡهُ خَلَقۡتَنِي مِن نَّارٖ وَخَلَقۡتَهُۥ مِن طِينٖ ٧٦
Artinya :
“Wahai Tuhan, aku lebih baik dan lebih bagus daripada manusia, karena
aku dijadikan dari api 100%, sedangkan manusia dijadikan dari campuran tanah!.“
(QS. Shaad [38]: 76)
Karena sombongnya dan congkaknya iblis kepada Tuhan yang menjadikan dia
dan segenap mahluk juga ditentangnya, sebab itulah mereka dimurkai Allah swt.
Setelah itu Tuhan berfirman :
قَالَ فَٱخۡرُجۡ مِنۡهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٞ ٧٧ وَإِنَّ
عَلَيۡكَ لَعۡنَتِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ٧٨
Artinya :
Keluarlah engkau hai iblis dari tempat ini maka sesungguhnya engkau
terkutuk. Dan sesungguhnya atas engkau Aku laknat hingga hari kiamat."
(QS. Shaad [38]: 77-78)
Maka dengan rasa menyesal iblis berkata:
قَالَ
رَبِّ فَأَنظِرۡنِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ٧٩
Artinya :
“Wahai Tuhan jika demikian berilah izin dan waktu bagiku untuk hidup
didunia sampai manusia dibangkitkan”.
(QS. Shaad [38]: 79)
Oleh karena Tuhan sifat-Nya Rahman dan Rahim, maka Tuhan berfirman :
قَالَ
فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ ٨٠ إِلَىٰ
يَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ ٨١
Artinya :
Maka sesungguhnya engkau telah diberi izin dan tempo untuk hidup. Sampai
di hari waktu manusia diumumkan amal-amal (perbuatan) mereka dihari kiamat“.
(QS. Shaad [38]: 80-81)
Kemudian iblis berkata :
قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ ٨٢ إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ٨٣
Artinya :
Wahai Tuhan, oleh sebab itu demi kemuliaan-Mu. Sesungguhnya sebagai balas dendamku kepada
manusia, akan aku sesatkan mereka sekalian. Kecuali dari antara mereka,
hamba-hamba-Mu yang dibersihkan”.
(QS. Shaad [38]: 82-83)
Tegasnya, dengan ayat-ayat tersebut nyatalah bahwa musuh-musuh manusia
di dunia ini adalah Iblis. Setelah kita mengetahui, bahwa musuh manusia adalah
Iblis, dengan cara bagaimanakah dan dengan apakah untuk menghadapi musuh
tersebut?. Dan bagaimanakah sifatnya? Untuk dapat kita hadapi musuh (iblis),
lebih dahulu kita harus meneliti dan mengetahui sifat-sifatnya dan asal
usulnya.
