لاَ إِلَهَ إِلَّا الله المَلِكُ الحَقُّ المُبِيْنُ ۝ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَادِقُ الوَعْدِ الأَمِيْنُ

Tiada tuhan selain Allah Yang Maha Menguasai Lagi Maha Benar Muhammad adalah utusan Allah, Orang Yang Benar Janjinya lagi Dapat Dipercaya

Miftahul Jannah

Barangsiapa kenal dirinya, maka ia kenal dengan Tuhannya

Bagian Ketujuh Al Hajj

BAGIAN KETUJUH


Al Hajj

(اَلْحَجّ)

Firman Tuhan dalam surat Ali Imran ayat 97

فِيهِ ءَايَٰتُۢ بَيِّنَٰتٞ مَّقَامُ إِبۡرَٰهِيمَۖ وَمَن دَخَلَهُۥ كَانَ ءَامِنٗاۗ وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلۡبَيۡتِ مَنِ ٱسۡتَطَاعَ إِلَيۡهِ سَبِيلٗاۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٩٧
Artinya:
Karena Allah mewajibkan atas manusia melaksanakan haji ke Baitulloh yaitu siapa-siapa yang bisa (mampu) pergi ke sana.
(QS. Ali Imran [3]: 97)

Dari ayat tersebut, nyatalah bahwa haji itu wajib atas umat manusia yang beriman untuk pergi kesana atas orang-orang yang mampu dan kuasa serta sehat badan (jasmani). Jadi perintah haji ini mengandung pendidikan serta ujian (percobaan) dari Tuhan untuk iman seseorang dan juga mengandung beberapa hikmah dan rahasia.

Adapun hikmah dan rahasia itu adalah :
  1. Agar menyaksikan kekuasaan Allah swt.
  2. Mendidik umat agar kenal mengenal sesama manusia dari segala golongan dan bangsa dibumi ini.
  3. Mendidik manusia agar mengetahui bahwa manusia itu sama rata dipandangan Allah swt. melainkan yang berbeda ialah taqwanya.
  4. Mendidik manusia agar taat serta patuh kepada Allah, melaksanakan kewajiban sekalipun berat.
  5. Mendidik manusia agar selalu ingat dan syukur kepada Allah swt. Atas karunia dan Nikmat-Nya.

Oleh sebab itu Tuhan berfirman disurat Al Baqarah ayat 197 :

ٱلۡحَجُّ أَشۡهُرٞ مَّعۡلُومَٰتٞۚ فَمَن فَرَضَ فِيهِنَّ ٱلۡحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي ٱلۡحَجِّۗ وَمَا تَفۡعَلُواْ مِنۡ خَيۡرٖ يَعۡلَمۡهُ ٱللَّهُۗ وَتَزَوَّدُواْ فَإِنَّ خَيۡرَ ٱلزَّادِٱلتَّقۡوَىٰۖ وَٱتَّقُونِ يَٰٓأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِ ١٩٧
Artinya:
Musim haji itu ialah beberapa bulan yang termaklum oleh sebab itu barang siapa telah memberatkan atas dirinya ibadah haji dibulan itu, maka tidak boleh sekali kali Rafas (bersetubuh) dan tidak boleh fusuk (merusak) dan tidak boleh berbantahan didalam haji. Dan apa-apa kebaikan yang mau buat diketahui oleh Allah dan hendaklah kamu mengambil bekal karena sebaik bekalan itu ialah bakti dan hendaklah kamu berbakti kepada-Ku (Allah swt.) wahai orang-orang yang berfikir.
(QS. Al Baqarah [2]: 197)

Rafatsartinya sentuh.Sentuh itu ada tiga macam:
  1. Sentuh dengan lidah yaitu mengeluarkan perkataan – perkataan pada istri didalam hal persetubuhan, yang mana tidak manis didengar oleh orang lain.
  2. Sentuh istri dengan tangan, sentuhan mana tidak patut dilihat orang.
  3. Sentuh badan, yaitu percampuran yang sudah maklum.

Fusuq artinya melanggar perintah (hukum) haji.

Kesimpulan ajaran Al Islam dari pertama sampai yang kelima, adalah demikian :

  1. Menerima dengan rela apa yang ada pemberian Tuhan.
  2. Memohon kepada Allah, tambahan yang pantas dan berusaha.
  3. Menerima dengan sabar akan ketentuan Allah (ujian percobaan–percobaan Allah).
  4. Bertawakkal kepada Allah didalam segala amal (perbuatan)
  5. Tidak tertarik oleh tipu daya iblis (dunia), walau bagaimanapun juga.

Inilah qaana`ah namanya (menerima cukup) karunia Allah swt. hadits Nabi saw. yang diriwayatkan oleh Tabrani:

اَلْقَنَاعَةُ مَالٌ لاَيَنْفَدُ وَكَنْزٌ لاَيُفْنَى(رواه الطبراني)
Artinya :
Qaana’ah itu adalah harta yang tak akan hilang dan perbendaharaanyang tidak akan lenyap .
(HR. Thabrani)
Firman Allah surat Luqman ayat 12 :

وَلَقَدۡ ءَاتَيۡنَا لُقۡمَٰنَ ٱلۡحِكۡمَةَ أَنِ ٱشۡكُرۡ لِلَّهِۚ وَمَن يَشۡكُرۡ فَإِنَّمَا يَشۡكُرُ لِنَفۡسِهِۦۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٞ ١٢

Artinya:
Barang siapa bersyukur, maka sesungguhnya syukur itu tidak lain melainkan untuk dirinya sendiri, maka barang siapa kufur maka Allah itu Kaya Lagi Maha Terpuji.
(QS. Luqman [31]: 12)

Tegasnya, Tiap-tiap umat manusia apabila mereka itu mengaku beriman kepada Allah yakni mengaku bertuhan, wajiblah mereka itu beragama sedangkan Agama yang ada disisi Tuhan ialah Islam, firman Tuhan dalam surat Ali Imran  Ayat 19
إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلۡإِسۡلَٰمُۗ
Artinya :
Sesungguhnya Agama yang yang ada disisi Allah itu adalah Islam.
(QS. Ali Imran [3]: 19)

Islam adalah wajib dilaksanakan/diamalkan dengan perbuatan yang nyata. Bukan Islam, kalau hanya akuan saja apabila tidak diamalkan dan bukan bertuhan, kalau tidak ditaati peraturan dan perintahnya. Inilah Al Islam.

Buktikanlah sebagai umat yang beragama Islam, yaitu:

  I. Benarkah saudara telah bersyahadah?Kalau benar apa buktinya?

فَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ ٣٨
Artinya :
Maka tidak ada ketakutan atas mereka dan berduka cita.
(QS. Al Baqarah [2]: 38)

I.             Benarkah saudara telah mendirikan shalat?Kalau benar, apa kenyataannya?

إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِۗ وَلَذِكۡرُ ٱللَّهِ أَكۡبَرُۗ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ مَا تَصۡنَعُونَ ٤٥
Artinya:
Sesungguhnya shalat itu menghilangkan kejelekan dan munkar                           
(QS. Al Ankabut [29]: 45)

 III.Benarkah saudara telah melaksanakan amal puasa  ramadlan?    Kalau benar apa buktinya? (kenyataannya)

فَٱذۡكُرُونِيٓ أَذۡكُرۡكُمۡ وَٱشۡكُرُواْ لِي وَلَا تَكۡفُرُونِ ١٥٢
Artinya:
Ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku ingat kepadamu dan hendaklah kamu bersyukur pada-Ku, janganlah kamu lupakan budi-Ku (karunia).
(Al Baqarah [2]: 152)

IV. Benarkah saudara telah berzakat? Kalau benar apa buktinya ?

وَأَقِيمُواْٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرۡكَعُواْ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ ٤٣
Artinya:
Kemudian dirikanlah shalat dan keluarkanlah zakat, lalu tunduklah kamu sekalian beserta orang-orang yang tunduk  (patuh menurut perintah).
(Al Baqarah [2]: 43)

  V. Benarkah saudara telah menunaikan haji?Kalau belum pergilah kesana dengan ikhlas!

فِيهِ ءَايَٰتُۢ بَيِّنَٰتٞ مَّقَامُ إِبۡرَٰهِيمَۖ وَمَن دَخَلَهُۥ كَانَ ءَامِنٗاۗ وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلۡبَيۡتِ مَنِ ٱسۡتَطَاعَ إِلَيۡهِ سَبِيلٗاۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٩٧
Artinya :
Karena Allah atas manusia melaksanakan haji ke Baitullah yaitu siapa – siapa yang bisa pergi kesana.
(Ali Imran [3]: 97)