BAGIAN PERTAMA
Firman Allah swt. surat Ath
Thaariq ayat 5-7 :
فَلۡيَنظُرِ ٱلۡإِنسَٰنُ مِمَّ خُلِقَ ٥ خُلِقَ
مِن مَّآءٖ دَافِقٖ ٦ يَخۡرُجُ مِنۢ
بَيۡنِ ٱلصُّلۡبِ وَٱلتَّرَآئِبِ ٧
Artinya :
Maka cobalah manusia lihat (perhatikan) dari apa dia dibuat. Dijadikan
manusia itu dari pada air yang terpancar. Yang keluar dari sulbi tulang
belakang laki-laki dan taroib dari tulang dada perempuan sebelah kiri.
(Qs. Ath Thaariq [86]: 5-7)
Dengan ayat tersebut di dalam pandangan Islam, bahwa manusia itu yang
menjadi pokok utama, lebih dahulu harus memperhatikan serta meneliti atas
kejadian diri pribadinya sendiri dari apa dia dijadikan dan apa tujuan serta ke
mana ia akan pergi.
Manusia adalah sebaik-baiknya makhluk Tuhan, dia adalah makhluk yang
paling bagus dan sempurna atas kejadiannya, lebih dari pada makhluk-makhluk
lain di atas alam yang kita diami ini, baik hewan maupun jin dan iblis, sesuai
dengan firman Allah swt. surat At Tiin ayat 4:
لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ فِيٓ أَحۡسَنِ
تَقۡوِيمٖ ٤
Artinya :
"Sesungguhnya Kami telah jadikan manusia itu, di dalam sebagus-bagus
bentuk dan pendirian."
(QS. At Tiin [95]: 4)
Tegasnya manusia itu adalah segolongan makhluk yang paling bagus dan
sempurna kejadiannya dari antara makhluk Tuhan di atas alam yang kita diami
ini. Dia melebihi kesempurnaannya dan kemuliaannya dari pada golongan mahluk lainnya, baik yang
berupa hewan maupun jin dan iblis. Karena manusia itu telah dijadikan
kesempurnaan jasmaninya (tubuh kasar) dan ruhani (nyawa), serta dilengkapi
dengan tiga kekuatan yang dinamakan "an-nafsu" (jiwa), yang betul-betul
mempunyai daya kekuatan luar biasa. Dengan jiwa inilah manusia dapat menguasai
alam semesta, asal saja manusia telah mengenal dan mengetahui diri pribadinya
sendiri.
Yang manakah sebenarnya manusia?
Bukankah yang dikatakan manusia itu tubuh kasar (jasmani) yang
berkehendak kepada makan, minum dan pakaian untuk menahan kedinginan dan
kelaparan, kalau demikian manusia tidaklah akan dapat dibedakan dengan hewan.
Adapun yang dinamakan manusia itu ialah terkumpulnya badan kasar yang
disebut jasmani yang berasal dari pada air yang tersaring dari dalam tanah atau
yang disebut oleh istilah sekarang vitamin. Dan badan halus (ruhani) yang
berasal dari nur (cahaya) yang disebut di dalam bahasa Indonesia nyawa.
Kemudian diperlengkapi dengan nafsu atau yang disebut jiwa yang berasal dari
tiga kekuatan (unsur), inilah manusia namanya.
