لاَ إِلَهَ إِلَّا الله المَلِكُ الحَقُّ المُبِيْنُ ۝ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَادِقُ الوَعْدِ الأَمِيْنُ

Tiada tuhan selain Allah Yang Maha Menguasai Lagi Maha Benar Muhammad adalah utusan Allah, Orang Yang Benar Janjinya lagi Dapat Dipercaya

Miftahul Jannah

Barangsiapa kenal dirinya, maka ia kenal dengan Tuhannya

Meneliti Dan Menetahui Pribadi Manusia

BAGIAN PERTAMA



Meneliti Dan Mengetahui Pribadi Manusia

Firman Allah swt. surat  Ath Thaariq ayat 5-7 :

 فَلۡيَنظُرِ ٱلۡإِنسَٰنُ مِمَّ خُلِقَ ٥ خُلِقَ مِن مَّآءٖ دَافِقٖ ٦  يَخۡرُجُ مِنۢ بَيۡنِ ٱلصُّلۡبِ وَٱلتَّرَآئِبِ ٧
Artinya :
Maka cobalah manusia lihat (perhatikan) dari apa dia dibuat. Dijadikan manusia itu dari pada air yang terpancar. Yang keluar dari sulbi tulang belakang laki-laki dan taroib dari tulang dada perempuan sebelah kiri.
(Qs. Ath Thaariq [86]: 5-7)

Dengan ayat tersebut di dalam pandangan Islam, bahwa manusia itu yang menjadi pokok utama, lebih dahulu harus memperhatikan serta meneliti atas kejadian diri pribadinya sendiri dari apa dia dijadikan dan apa tujuan serta ke mana ia akan pergi.

Manusia adalah sebaik-baiknya makhluk Tuhan, dia adalah makhluk yang paling bagus dan sempurna atas kejadiannya, lebih dari pada makhluk-makhluk lain di atas alam yang kita diami ini, baik hewan maupun jin dan iblis, sesuai dengan firman Allah swt. surat At Tiin ayat 4:

 لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ فِيٓ أَحۡسَنِ تَقۡوِيمٖ ٤
Artinya :
"Sesungguhnya Kami telah jadikan manusia itu, di dalam sebagus-bagus bentuk dan pendirian."
(QS. At Tiin [95]: 4)

Tegasnya manusia itu adalah segolongan makhluk yang paling bagus dan sempurna kejadiannya dari antara makhluk Tuhan di atas alam yang kita diami ini. Dia melebihi kesempurnaannya dan kemuliaannya  dari pada golongan mahluk lainnya, baik yang berupa hewan maupun jin dan iblis. Karena manusia itu telah dijadikan kesempurnaan jasmaninya (tubuh kasar) dan ruhani (nyawa), serta dilengkapi dengan tiga kekuatan yang dinamakan "an-nafsu" (jiwa), yang betul-betul mempunyai daya kekuatan luar biasa. Dengan jiwa inilah manusia dapat menguasai alam semesta, asal saja manusia telah mengenal dan mengetahui diri pribadinya sendiri.

Yang manakah sebenarnya manusia?  Bukankah yang dikatakan manusia itu tubuh kasar (jasmani) yang berkehendak kepada makan, minum dan pakaian untuk menahan kedinginan dan kelaparan, kalau demikian manusia tidaklah akan dapat dibedakan dengan hewan.

Adapun yang dinamakan manusia itu ialah terkumpulnya badan kasar yang disebut jasmani yang berasal dari pada air yang tersaring dari dalam tanah atau yang disebut oleh istilah sekarang vitamin. Dan badan halus (ruhani) yang berasal dari nur (cahaya) yang disebut di dalam bahasa Indonesia nyawa. Kemudian diperlengkapi dengan nafsu atau yang disebut jiwa yang berasal dari tiga kekuatan (unsur), inilah manusia namanya.