لاَ إِلَهَ إِلَّا الله المَلِكُ الحَقُّ المُبِيْنُ ۝ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَادِقُ الوَعْدِ الأَمِيْنُ

Tiada tuhan selain Allah Yang Maha Menguasai Lagi Maha Benar Muhammad adalah utusan Allah, Orang Yang Benar Janjinya lagi Dapat Dipercaya

Miftahul Jannah

Barangsiapa kenal dirinya, maka ia kenal dengan Tuhannya

Percaya Kepada Qadar

F. Percaya Kepada Qadar


Menurut hukum (undang-undang) Agama Islam, kita wajib percaya kepada kadar (ketentuan) Allah yakni segala sesuatu yang mengenai keadaan manusia adalah telah ditentukan dan telah diatur oleh Allah swt. sesuai dengan firman-Nya disurat At Taubah ayat 51:

قُل لَّن يُصِيبَنَآ إِلَّا مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَنَا هُوَ مَوۡلَىٰنَاۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ٥١
Artinya :
Katakanlah : tidak akan mengenai kami sesuatu apapun, melainkan apa-apa yang telah ditentukan Allah bagi kami-kami
(QS. At Taubah [9]: 51)

Dan sabda Nabi saw. di dalam Hadits shahih riwayat Imam Muslim:

كَتَبَ الله مَقَادِيْرَا لْخَلاَ ئِق قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضَ  (رواه مسلم)
Artinya:
“Allah telah tentukan sekalian nasib-nasib mahluk sebelum Allah jadikan langit dan bumi.”
(HR. Imam Muslim)

Dengan satu ayat dan satu hadits, tegaslah bahwa kita wajib mempercayai dengan sepenuh jiwa raga bahwa ketetapan manusia itu di tangan Allah. Oleh sebab itu sekalian apa-apa yang mengenai kita itu mesti kena, maka tidaklah patut kita takut apa-apa dan wajib kita mengerjakan perintah-perintah Allah dengan berserah diri kepada-Nya di dalam segala (mengerjakan) amal.

Tegasnya, manusia di dalam masalah qadar adalah merupakan suatu “badan penyalur” saja dari Allah swt. untuk melaksanakan tugas-tugas sebagai manusia. Sebab itu tiap– tiap badan penyalur harus jujur serta benar karena apabila menyimpang dari pedoman–pedoman badan penyalur sudah tentu mereka akan mendapat tuntutan dari yang berhak yaitu Allah swt.

Firman Allah swt. surat Al Hadiid ayat 22:

مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٖ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا فِيٓ أَنفُسِكُمۡ إِلَّا فِي كِتَٰبٖ مِّن قَبۡلِ أَن نَّبۡرَأَهَآۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٞ ٢٢
Artinya:
Tidak satupun kecelakaan yang telah mengenai bumi atau didiri kamu, melainkan telah tersebut didalam kitab sebelum Kami adakan dia.
(QS. Al Hadiid [57]: 22)

Kesimpulan:
  1. Tiap tiap manusia wajib percaya kepada apa–apa yang telah diqadarkan Allah swt.
  2. Tiap-tiap manusia wajib percaya bahwa manusia itu adalah merupakan badan penyalur saja, sekedar melakukan tugas kewajibannya sebagai badan penyalur.
  3. Sudah barang tentu, tiap-tiap badan penyalur ada menjumpai peraturan yang wajib ditaati peraturan-peraturan tersebut, apabila tidak mentaati akibatnya hukuman.

Tahukah saudara, bahwa manusia itu sebagai badan penyalur? (amanat)

Waspadalah! sebagai badan penyalur laksanakan tugas dengan jujur karena di samping itu ada badan yang mengawasi tugas-tugas saudara, yang mana petugas–petugas itu tidak dapat disuap dan disogok oleh apapun juga, siapakah dia? Yaitu yang bernama Malaikat.