Percaya kepada Rasul ialah percaya bahwa benar-benar Muhammad saw itu
adalah seorang hamba Allah yang diangkat oleh Allah sebagai pesuruh Allah,
serta menjadi contoh atau teladan untuk beramal serta mengamalkan isi Al Qur`an
di dalam segala bidang amal.
Sesuai dengan firman Tuhan surat Ali Imran 110:
كُنتُمۡ خَيۡرَ أُمَّةٍ أُخۡرِجَتۡ لِلنَّاسِ تَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ
وَتَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَتُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِۗ وَلَوۡ ءَامَنَ أَهۡلُ ٱلۡكِتَٰبِ
لَكَانَ خَيۡرٗا لَّهُمۚ مِّنۡهُمُ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ وَأَكۡثَرُهُمُ ٱلۡفَٰسِقُونَ
١١٠
Artinya:
"Adalah kamu itu sebaik-baik umat yang Dia (Allah) adakan sebagai
contoh untuk manusia, kamu menyuruh manusia berbuat kebaikan dan melarang
berbuat kejahatan dan kamu beriman kepada Allah dan jika sekiranya ahli Kitab
semuanya beriman, niscaya baik buat mereka tetapi sebagian dari mereka beriman
dan kebanyakan dari mereka itu orang yang fasik (rusak).
(QS. Ali Imran [3]: 110)
Dengan ayat tersebut, tegaslah bahwa Nabi Muhammad saw. Adalah
sebaik–baik umat dan sebaik baik contoh untuk menjadi teladan dan di bidang
amal (perbuatan) bagi umat manusia.
Bagaimanakah caranya menyuruh manusia berbuat kebajikan, dan bagaimana
cara untuk melarang manusiaberbuat kejahatan, ini adalah yang dinamakan
sifat-sifat fathanah atau kebijaksanaan. Begitulah hendaknya umat
yang beriman kepada Rasul, agar mewarisi segala amal-amal Nabi saw. Hingga
dalam waktu yang pendek yakni masa 23 tahun saja, Agama Allah swt. Yakni Islam
tersiar di muka bumi jahiliah (Arab). Beginilah cara beriman kepada Rasul–Rasul
(Nabi Muhammad saw.), hendaknya diamalkan oleh umat Muhammad saw.
Bagaimanakah pertama-tama Nabi saw memberikan contoh kepada umat
jahiliyyah itu? Nabi dari semenjak kecil menunjukkan amal (perbuatan) kepada
kaumnya ialah :
a. Berjiwa besar dan tenang.
b. Berjiwa jujur dan berkata
benar.
c. Berbudi pekerti luhur,
sekalipun terhadap mahluk hewan.
d. Berjiwa kasih sayang sesama makhluk, sekalipun binatang kucing.
Dengan amal yang demikian, jatuhlah kepercayaan kaum jahiliyyah yang
asalnya penyembah batu, akhirnya beriman kepada Allah swt. Serta ajaran Nabi
saw. Sehingga berurat dan berakar yang kemudian tersebar ke pelosok dunia.
Dengan penuh keyakinan bahwa Muhammad
saw itu adalah benar-benar seorang Rasul penghabisan. Tidak ada Nabi lagi
sesudah Dia, sesuai dengan firman Tuhan surat Al Ahzab ayat 40:
مَّا
كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَآ أَحَدٖ مِّن رِّجَالِكُمۡ وَلَٰكِن رَّسُولَ ٱللَّهِ
وَخَاتَمَ ٱلنَّبِيِّۧنَۗ وَكَانَ ٱللَّهُ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٗا ٤٠
Artinya :
Siapa itu Muhammad? bukannya bapak seorangpun daripada laki-lakimu
tetapi dia itu adalah pesuruh Allah dan kesudahan Nabi.
(QS. Al Ahzab [33]: 40)
Tegasnya, dengan ayat tersebut yakinlah bahwa Nabi Muhammad saw itu
adalah pesuruh Allah dan penghabisan dari Nabi yang terdahulu, dengan membawa
sebuah hukum dari Allah yang sempurna dan karunia bagi orang yang
mempercayainya, sebagaimana firman Allah surat Al Maidah ayat 3:
ٱلۡيَوۡمَ أَكۡمَلۡتُ لَكُمۡ دِينَكُمۡ وَأَتۡمَمۡتُ
عَلَيۡكُمۡ نِعۡمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلۡإِسۡلَٰمَ دِينٗاۚ فَمَنِ ٱضۡطُرَّ فِي
مَخۡمَصَةٍ غَيۡرَ مُتَجَانِفٖ لِّإِثۡمٖ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٞ رَّحِيمٞ ٣
Artinya:
Pada hari ini Aku telah sempurnakan bagimu akan agama kamu, dan Aku
telah cukupkan atas kamu karunia-Ku buat kamu dan Aku sukai agama Islam
bagimu.”
(QS. Al Maa’idah [5]: 3)
Ringkasnya, bahwa kita percaya Muhammad saw itu adalah pesuruh Allah
yang membawa sebuah hukum yang telah sempurna, yaitu yang bernama Agama Islam
dan tidak ada lagi agama sesudah Islam.
